Senin, 20 Maret 2017

#UPERP9T02B - REVIEW BLOG 1

Halloooooo!! 😁 sudah lama ya mimin gak posting tentang matakuliah ERP
nah oleh karena itu, mimin sekarang mau mereview lagi nih beberapa blog yang sdah di tukas kan dosen ERP untuk saya kerjakan sebagai tugas 2
Berikut saya akan mereview blog pertama nih yaitu dari blog http://manja-uperp20141.blogspot.com/
























Apa  sih Definisi dari Managemen Pembelian ?
   Pembelian (purchasing) adalah suatu proses pencarian sumber dan pemesanan barang atau jasa untuk membantu fungsi prosuksi dalam kegiatan prosuksinya. Bagian yang menangani atau melakukan pembelian ini adalah Purchasing Department (Bagian Pembelian) atau biasa juga disebut Procurement Department (Bagian Pengadaan).

Proses pembelian adalah tindakan-tindakan yang dilakukan secara berurutan dalam kegiatan pembelian, atau kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan oleh bagian pembelian.
MANAGEMEN PEMBELIAN / PURCHASING MANAGEMENT
Kegiatan pembelian merupakan salah satu fungsi dasar dari sebuah perusahaan, fungsi pembelian ini dikatakan dasar karena suatu perusahaan tidak akan dapat beroperasi dengan baik tanpa adanya fungsi tersebut. Fungsi pembelian ini sangat penting untuk dikelola dengan sungguh-sungguh karena ruang lingkup dari pembelian tidak hanya sebatas bagaimana manajemen berhasil menerapkan suatu mekanisme pengadaan barang secara tepat waktu dan sesuai dengan target harga, namun lebih jauh lagi adalah bagaimana menetukan strategi kemitraan antar perusahaan yang efektif.
Dalam penerapannya, secara sekilas fungsi pembelian terlihat sederhana namun pada kenyataannya terdapat suatu hal tertentu yang harus diperhatikan, terutama yang berkaitan dengan karakteristik barang yang dibutuhkan dan faktor-faktor eksternal di sekitar perusahaan. Oleh karena itulah manajemen dalam pembelian penting untuk diterapkan dalam perusahaan.Prinsip Dalam Manajemen PembelianPrinsip merupakan hal pokok yang dijadikan pedoman dalam melakukan sesuatu. Pembelian juga mempunyai prinsip-prinsip yang dijadikan pedoman. Prinsip Pembelian adalah hal-hal pokok dalam pelaksanaan fungsi pembelian yang perlu dijadikan pokok atau acuan. Fungsi pembelian atau pengadaan dalam suatu perusahaan diadakan bukan untuk dirinya sendiri, tetapi diadakan untuk kepentingan bagian atau fungsi-fungsi lainnya. Oleh karena itu prinsip kerja dari fungsi pembelian harus diatur sedemikian rupa sehingga mampu memberikan kontribusi yang besar bagi keberhasilan perusahaan.
Isi pokok dari prinsip pembelian itu adalah sebagai berikut:
>The Right QualityThe right quality adalah mutu barang yang diperlukan oleh suatu perusahaan sesuai dengan ketentuan yang sudah dirancang yang paling menguntungkan perusahaan.
>The Right QuantityJumlah yang tepat dapat dikatakan sebagai suatu jumlah yang benar-benar diperlukan oleh suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.
>The Right TimeThe right time menyangkut pengertian bahwa barang tersedia setiap kali diperlukan. Dalam hal ini persediaan barang haruslah diperhitungkan karena jika ada persediaan barang tentunya ada biaya perawatan barang tersebut.
>Right PlaceThe right place mengandung pengertian bahwa barang yang dibeli dikirimkan atau diserahkan pada tempat yang dikehendaki oleh pembeli.
>The Right PriceSalah satu dari prinsip managemen pembelian adalah the right price. The right price merupakan nilai suatu barang yang dinyatakan dalam mata uang yang layak atau yang umum berlaku pada saat dan kondisi pembelian dilakukan
>The Right SourceThe right source mengandung pengertian bahwa barang berasal dari sumber yang tepat. Sumber dikatakan tepat apabila memenuhi prinsip-prinsip yang lain yaitu the right price, the right quantity, the right time, the right place, and the right quanlity.
Dari penjelasan mengenai prinsip-prinsip diatas, dapat kita simpulkan bahwa pada perkembangan purchasing managemen, prinsip-prinsip pembelian tidaklah jauh berbeda, ini membuktikan bahwa hal-hal diatas merupakan sebuah prinsip.
  • Tugas / Job Desk Purchasing Officer
> Memastikan kesedian barang/material melalui mekanisme audit / cotrol stock dll.
>Membuat laporan pembelian & pengeluaran barang ( inventory,material dll )
>Melakukan pengelolaan pengadaan barang melalui perencanaan secara sistematis   dan terkontrol ( FIFO atau ERP/ MRP )
> Melakukan pemilihan / seleksi rekanan pengadaan sesuai kriteria perusahaan
>Bekerjasama dengan departemen terkait untuk memastikan kelancaran operasional   perusahaan
  • Berkut beberapa bagian atau posisi  PURCHASING yaitu bisa menjadi : 
1. Purchasing untuk transaksi pembelian material LOKAL2. Purchasing untuk transaksi pembelian barang material IMPORT .
3. Purchasing untuk mengatasi pembelian TER SCHEDULE1.      1. PURCHASING UNTUK PEMBELIAN MATERIAL LOKAL ( DALAM NEGRI ) :ALUR KERJANYA :
 Material / Part yang akan dibeli---> Tentukan Suplyer tempat memberi Material yang sudah dipercaya ----> keluarkan p/o ( pertimbangkan lead time , kapan mau pakai ) ----> Minta konfirmasi ke suplyer (sudahkah terima p/o, kapan bisa kirim ) ----> Syarat pembayaran ( apakah Cash, Bayar setelah barangditerima , atau Harus bayar di muka sebelum barang kirim .

2. PURCHASING UNTUK PEMBELIAN IMPORT ( LUAR NEGRI ):
ALUR KERJANYA :Hampir sama untuk pembelian lokal , Hanya PADA SAAT mendatangkan barang perlu kerjasama denganbagian Exim untuk pengurusan document IMPORT ke Bea Cukai.yang perlu disiapkan data oleh purchasing ke bagian Exim :a. Minta copy Bukti pengiriman berupa invoice , packing list , B/L ( bila dikirim dengan kapal ) atau AWBbila dikirim dengan Udara.Tentukan B/L ( Bill of Loading ) Tersebut sudah Surrender atau B/L harus Original .B/L Surrender artinya : Pengurusan document masuk , hanya memerlukan Invoice , Packing list , lembarcopy dari B/L yang bisa diperoleh dari pihak pengirim melalui faximile atau Email saja.B/L Original artinya : Dalam pengurusan document masuk , Invoice , Packing list , maupun B/L harusOriginal . Ini harus menunggu Original document yang dikirim oleh pengirim barang.
 3. PENGATURAN BARANG TERSCHEDULE Yaitu mengatur pembelian barang yang memerlukan tempat yang banyak sedangkan luas gudang terbatas, sehingga, system pengaturan barang disesuaikan dengan rencana produksi atau rencana pakai.Cara :a. P/O pembelian qtty bisa total sekalibus , tetapi kedatangan dibuat tersechedule ( Harian atauMingguan , tergantung kebutuhan ).b. Usahakan selalu memonitor qtty barang jadi di supliyer tempat kita membeli barang, jangan sampaisaat kita membutuhkan barang ternyata barang belum diproduksi atau banyak barang rusak sehinggatidak bisa kirim.c. Buat kesepakatan dengan pihak Suplyer tempat membeli barang untuk menyetujui pengirimanbertahap tetapi tidak menggangu saat barang tersebut dibutuhkan


sekian review blog 1 sebagai tugas 2, kira ira nyapembaca dapat memahami definisi dasar atau peran dari managemen pembelinan. daaaaan terimakasih unutuk teman-teman yang telah membaca review blog kali ini 😁😁

Tidak ada komentar:

Posting Komentar